Jurnal Al-Muta'aliyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah https://journal.staidk.com/index.php/jte <h5>Jurnal Al-Muta’aliyah adalah jurnal prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (p-ISSN: <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;&amp;&amp;&amp;&amp;2502-2474">2502-2474</a>, e-ISSN: <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1507194810&amp;1&amp;&amp;">2614-1612</a>) yang difokuskan pada kajian tentang pendidikan Islam Dasar (Ibtidaiyah). Jurnal ini bersifat <em>open-access</em> bagi siapapun yang ingin berkontribusi baik ahli Pendidikan Islam atau pemerhati dunia Pendidikan dalam mempublish hasil research dalam wilayah kajian Pendidikan Islam.</h5> en-US sunarya.nsh@gmail.com (Nita Sunarya Herawati,M.Pd) muhammadalwan402@gmail.com (Muhammad Alwan, M.Pd) Sat, 15 Aug 2020 01:52:31 +0000 OJS 3.2.1.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI MADRASAH (Perpres No 68 Tahun 2017) https://journal.staidk.com/index.php/jte/article/view/56 <p><span class="fontstyle0">Seiring dengan perkembagan zaman dan kemauan teknologi bangsa indonesia Sudah mampu mengukir prestasi di kancah internasioanl, tidak ketinggalan bidang pendidikan, banyak pelajara Indonesia berhasil menjuari olimpiade sains, Komputer di tingkat dunia.</span> <span class="fontstyle0">Namun, tidak sedikit pula pelajar yang tidak punya tata krama, suka tawuran, minum minuman keras, senang narkotika, dan hobi kebut-kebutan mengendarai sepeda motor di jalan raya. kenyataan ini berbanding terbalik dengan tujuan pendidikan nasioanal dimana pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,</span> <span class="fontstyle0">bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman</span> <span class="fontstyle0">dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, melalui&nbsp; pertauran presiden tahun 2017 no 87 tentang penguatan pendidikan karakter pemerintah&nbsp; lebih memperkuat pelaksanaan pendidikan karakter pada satuan pendidikan, telah teridentifikasi 18 nilai pembentuk karakter bangsa Indoensia yang bersumber dari Agama, Pancasila, Budaya, dan Tujuan Pendidikan Nasional. Sejalan dengan hal tersebut Pondok Pesantren yang mengelola lembaga pendidikan jauh sebelumnya sudah terlebih dahulu menggalakan penguatan pendidikan karakter melalui Tata krama dan akhlak serta peraturan untuk santri.<br><br></span><br><br><br><br></p> Taqiudin Zarkasi, Al Kusaeri Copyright (c) 2018 https://journal.staidk.com/index.php/jte/article/view/56 Sun, 21 Jan 2018 00:00:00 +0000